Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Rumah Adat Tambi

3 min read

Rumah Adat Tambi – Kamu sudah pernah pergi ke Provinsi Sulawesi Tengah? Apa yang paling membuat kamu berkesan ketika pergi ke sana? Mungkin yang pertama dipikirkan adalah keindahan alam pantainya.

Tapi tahukah kamu kalau Sulawesi Tengah juga punya peninggalan budaya unik? Kamu tak boleh melewatkan rumah adat Tambi. Rumah tradisional ini adalah peninggalan budaya dari leluhur masyarakat Sulawesi Tengah.

Rumah Tambi berasal dari Suku Lore dan Kaili. Dua suku ini membuat rumah yang punya ciri khas berbeda dari rumah lainnya di wilayah lain.

Mau tahu apa saja keunikan dari rumah Tambi?

Apakah ada adat khusus yang harus kamu patuhi saat membangun rumah ini? Simak saja jawabannya dalam artikel di bawah ini.

5 Keunikan Rumah Adat Tambi khas Sulawesi Tengah

Rumah Tambi punya aturan baku yang tak boleh disepelekan.

Semua masyarakat yang terikat hukum adat dari suku Kaili dan Lore harus patuh perintah leluhur ketika membangun rumah ini.

Bahkan rumah ini punya peranan sentral dalam kehidupan masyarakat di sana. Keunikan rumah ini ada pada bentuk, atap, posisi, ukuran, dan juga anak tangganya.

1. Rumah Panggung

Rumah Panggung (Rumah Adat Tambi)
pariwisataindonesia.id

Suku Kaili dan Lore hidup di pinggir hutan Sulawesi Tengah. Mereka hidup dari hasil hutan dan berburu. Kondisi geografisnya pasti membuat suku ini banyak dapat ancaman dari hewan buas.

Karena itulah rumah tradisional ini dibangun dengan konstruksi panggung. Bisa dibilang kalua penghuni rumah ini tinggal di bagian atap rumah jika dilihat dari luar.

Mengapa demikian?

Karena proporsi dinding dan atap rumah tidak seperti di hunian modern. Rumah Tambi ini cenderung punya ukuran atap yang besar.

Rumah Tambi disokong oleh 9 kayu penyangga yang saling terkait dengan balok kayu. Pondasi rumahnya sendiri dibuat dari batu alam besar. Mereka meratakan tanah dan menempatkan batu sebagai landasan untuk tiang.

Selain punya fungsi perlindungan bagi penghuninya, ternyata bentuk Rumah Tambi juga punya makna filosofis sendiri seperti:

  • Rumah adat ini memadukan garis vertikal dan horizontal dalam sebuah prisma.
  • Garis horizontal yang ada pada bagian dasar rumah dan lantai melambangkan hubungan dengan sesama manusia.
  • Garis vertikal yang ada di 2 ujung garis horizontal melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Garis vertikal ini diwujudkan pada atap bangunan rumah Tambi.
  • Rumah harus menghadap ke arah utara.
  • Rumah tidak boleh membelakangi matahari terbit atau terbenam karena konon bisa membawa petaka.
  • Ada beberapa rumah adat yang dilengkapi hiasan ornamen babi, ayam, atau kerbau. Hewan ternak ini konon jadi perlambang kesuburan dan kesejahteraan manusia.

2. Rumah untuk Masyarakat Umum

Rumah untuk Masyarakat Umum (Rumah Adat Tambi)
nesabamedia.com

Ciri khas Rumah Tambi adalah bentuknya yang mirip prisma. Dari luar, rumah ini seakan-akan hanya punya bagian atap saja.

Rumah Tambi pada zaman dulu adalah hunian bagi masyarakat biasa. Kalangan rakyat jelata biasa membangun rumah model ini di perkampungan mereka, sedangkan para bangsawan akan membangun rumah dengan model yang berbeda.

Karena itulah gambar eksterior rumah Tambi sangat sederhana.

Material kayu dan atap bangunan dibiarkan begitu saja terekspos tanpa sentuhan cat dan hiasan, bahkan warna asli dari kayu dan atap ijuk juga terlihat di rumah ini.

Pada periode yang lebih modern, banyak masyarakat yang membuat tampilan rumah Tambi jadi lebih mewah. Mereka biasanya mengecat dinding dan juga tiang kayu.

Mereka bahkan mengecat atap papan di sisi bagian depan rumah. Tapi, untuk proses pembangunan dan lokasinya tetap harus mengikuti arahan dari tetua suku.

Sekarang kamu bahkan bisa menemukan rumah Tambi yang telah dimodifikasi. Ketika kamu pergi ke Sulawesi Tengah, ada banyak gedung pemerintahan yang menggunakan dasar desain rumah adat ini. Tapi, tentunya rumah ini dimodifikasi lebih dulu ukuran dan juga beberapa materialnya.

3. Beratapkan Ijuk

Beratapkan Ijuk

Rumah adat Tambi memanfaatkan ijuk sebagai bahan penutup atap. Mereka membangun atap dengan kemiringan yang tinggi.

Tujuannya tak lain agar air hujan yang jatuh bisa mengalir lancar ke tanah. Hal ini bisa menghindarkan rumah dari kebocoran. Ijuk yang berasal dari pohon nira ini dikumpulkan dari dalam hutan.

Masyarakat kemudian merangkainya menjadi papan atap dengan sangat teliti. Mereka harus memastikan ijuk cukup rapat dan tebal agar air tidak bisa menembusnya. Meskipun sangat tradisional, tapi atap ijuk ini terbukti bisa bertahan lama.

Ada juga manfaat lainnya dari ijuk ini. Menggunakan atap ijuk ternyata bisa memperlancar sirkulasi udara dari bangunan yang tak dilengkapi jendela ini.

Selain ijuk, ada juga masyarakat yang menggunakan bahan rumbia. Daun rumbia berasal dari pohon lontar yang banyak tumbuh di daerah gersang.

Daunnya mirip dengan daun palem. Masyarakat akan mulai menyusun daun rumbia ini sampai benar-benar rapat, kemudian atap dikeringkan dan dipasang pada rumah.

4. Jumlah Tangga Ganjil-Genap

Jumlah Tangga Ganjil-Genap (Rumah Adat Tambi)
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Kamu mau pindah ke wilayah suku Kaili atau Lore?

Kemudian kamu ingin membangun satu rumah Tambi di sana?

Kamu harus perhatikan baik-baik jumlah anak tangga ketika akan membangunnya. Ternyata jumlah anak tangga di rumah ini punya nilai filosofis dan hukum adat yang sangat penting.

Jumlah anak tangga adalah cerminan siapa yang tinggal di rumah adat ini. Tetua adat bisa mendirikan rumah dengan jumlah anak tangga genap, sedangkan anggota masyarakat biasa harus membangun rumah dengan anak tangga ganjil.

Hal ini bisa juga jadi penanda bagi wisatawan yang berkunjung ke desa mereka.

Wisatawan yang ingin bertemu dengan tetua adat bisa mencari rumah dengan jumlah anak tangga genap. Tentunya dalam satu perkampungan, rumah ini hanya ada satu, kan?

5. Ukuran Rumah yang Kecil

Ukuran Rumah yang Kecil
pekurehuameawa.com

Daerah lain punya budaya rumah adat yang super besar dan diisi lebih dari satu keluarga. Tapi rumah Tambi justru berbeda, kamu bisa menyebutnya sebagai rumah minimalis jika ada di zaman modern ini.

Keunikan rumah adat Tambi yang terakhir adalah ukurannya yang kecil. Rumah ini memang dibangun untuk satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Jika ada anak yang sudah menikah, maka ia akan membangun rumah yang baru di sekitar rumah orang tuanya. Begitulah cara kedua suku ini membangun perkampungan.

Bagian dalam rumah Tambi hanya terdiri dari satu ruangan. Masyarakat biasa menyebutnya sebagai ruangan utama, mereka bahkan melakukan berbagai aktivitas di sana.

Baca Juga :

Unik ! 7 Ciri Khas Rumah Adat Lamin, Hunian Khas Kalimantan  Timur

Ruangan ini digunakan untuk menerima tamu, memasak, dan juga tidur. Masyarakat biasa membangun rumah adat Tambi dengan ukuran 35 meter persegi saja.

Pada kedua ujung atapnya ada persilangan dari tanduk binatang. Biasanya mereka menggunakan tanduk sapi atau kerbau yang sudah dikeringkan. Ini adalah simbol kesejahteraan dan juga pengorbanan terhadap Sang Pencipta.

Kamu penasaran dengan bentuk asli rumah adat Tambi ini? Kamu bisa datang ke wilayah Doda di Sulawesi Tengah. Di sana ada satu kompleks rumah Tambi yang tetap dilestarikan hingga kini. Rumah ini dipoles dengan baik, sehingga tampil lebih mewah, kemudian kawasan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya.

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *