Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Rumah Adat Lamin

3 min read

Rumah Adat Lamin

Rumah Adat Lamin – Provinsi Kalimantan Timur dihuni oleh suku asli yaitu Dayak. Mereka hidup di sekitar hutan dan aliran sungai besar. Suku Dayak ini punya rumah yang sudah turun temurun mereka gunakan.

Bentuk rumahnya sangat unik, tapi cukup aman menjaga penghuninya dari berbagai macam bahaya. Kamu bisa menyebut hunian mereka dengan nama rumah adat Lamin.

Mengapa rumah ini begitu istimewa?

Rumah Lamin ternyata berukuran super besar, bahkan jika dilihat sekilas, ukurannya melebihi panjang lapangan sepak bola.

Bagaimana cara mereka membangun rumah sebesar ini? Apalagi teknologi konstruksi pada masa itu masih sangat tradisional.

Nah, hal inilah yang semakin menambah keunikan rumah Lamin ini.

7 Keunikan Rumah Adat Lamin Khas Kalimantan Timur

Rumah Lamin berasal dari Kalimantan Timur. Suku Dayak yang mendiami provinsi ini pun sudah lama berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka tinggal.

Mereka hidup dengan damai dalam sebuah rumah super besar. Fungsi rumah Lamin bukan hanya sebagai hunian, tapi juga sebagai pusat segala aktivitas masyarakat yang tinggal.

Rumah Lamin resmi dijadikan sebagai rumah adat daerah sejak tahun 1967.

Rumah ini punya desain panggung. Bahan kayu yang cukup kuat digunakan sebagai tiang penyangga dan dinding rumah.

Tak main-main, Rumah Lamin punya ukuran sekitar 300 x 15 meter. Tingginya sendiri dari lantai panggung sekitar 3 meter.

1. Ornamen Rumah Lamin

Ornamen Rumah Lamin
rumah.dapurindonesia.web.id

Rumah Lamin yang megah melambangkan kebesaran keluarga yang mendiaminya. Rumah Lamin super megah bisa dihuni oleh banyak anggota keluarga.

Mereka berkumpul dan melakukan berbagai pekerjaan harian bersama. Biasanya Suku Dayak akan menambahkan beberapa jenis hiasan untuk menambah keindahan rumah Lamin.

Ornamen hiasan di rumah Lamin cukup banyak.

Kamu bisa melihatnya mulai dari anak tangga, tiang depan, hingga pembatas selasar yang mengelilingi rumah. Semua ornamen ini dibuat sendiri oleh para penghuni rumah tersebut.

Ornamen yang ada berupa ukiran berwarna putih, kontras dengan kayu hitam yang mereka gunakan. Gambar ukiran ini umumnya melambangkan suku Dayak dan alam sekitarnya.

Mereka biasanya memahat motif hewan, tanaman, dan juga manusia. Konon ukiran ini selain berfungsi sebagai hiasan juga bisa menangkal penghuni rumah dari ilmu hitam.

2. Bahan Konstruksi

Bahan Konstruksi (Rumah Lamin)
nesabamedia.com

Apa jenis kayu yang paling terkenal di Kalimantan?

Ya, kamu pasti akan langsung menjawab kayu ulin. Jenis kayu ini memang jadi primadona untuk hunian di lahan gambut.

Kayu ulin juga jadi bahan utama untuk membangun rumah Lamin. Kayu ini digunakan pada bagian tiang penyangga rumah. Bagian lain dari rumah ini juga menggunakan kayu ulin yang lebih muda.

Kayu ulin memang paling bisa diandalkan dengan kondisi tanah seperti Kalimantan. Kayu ini punya sifat yang sangat unik.

Jika kayu lain akan lapuk atau busuk saat terkena air, kayu ulin justru bertambah keras. Kayu ulin juga bisa bertahan hingga ratusan tahun. Pantas saja rumah adat ini bisa diwariskan turun temurun tanpa perawatan yang berarti.

Pada bagian atap rumah digunakan material lembaran kayu juga.

Mereka biasanya memotong kayu tipis memanjang. Atap ini harus tertutup sempurna agar tidak terjadi kebocoran saat musim hujan.

Tapi pada rumah-rumah yang semi modern, masyarakat sudah mulai menggunakan material genteng.

3. Warna Khas Rumah Lamin

Warna Khas Rumah Lamin
nikeitok.com

Ada 4 warna yang pasti digunakan dalam semua rumah adat Lamin.

Ada warna merah, putih, kuning, dan hitam. Masing-masing warna ini ternyata punya makna filosofisnya sendiri:

  • Warna merah melambangkan keberanian masyarakat Dayak.
  • Warna kuning melambangkan kewibawaan.
  • Warna putih melambangkan kesucian jiwa.
  • Warna hitam melambangkan keteduhan bagi jiwa.

Hitam biasanya dijadikan warna dasar bagian dinding, lantai, tangga, dan juga tiang penyangga. Sedangkan warna merah, kuning, dan putih digunakan untuk memberi sentuhan hiasan.

Ketiga warna mencolok tersebut digunakan untuk membuat lukisan ornamen khas suku Dayak. Lukisan yang mencolok ini dijumpai di dinding, pintu, tiang, dan juga bagian atap rumah.

4. Tangga dan Kolong Rumah

Tangga dan Kolong Rumah Lamin
petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id

Kolong Rumah Ulin biasa digunakan penghuninya untuk menyimpan hewan ternak. Mereka bisa memelihara kuda, kambing, anjing, atau sapi di sini.

Mereka biasa mengikat hewan ternak ini pada tiang penyangga rumah, tapi saat waktunya makan, hewan akan dilepaskan.

Tangga tentu saja punya fungsi yang penting dalam rumah panggung. Tangga adalah jalan/akses menuju ke dalam ruangan utama.

Pada bagian depan rumah selalu tersedia tangga yang cukup lebar plus pegangannya. Tangga rumah juga dibuat dari kayu ulin agar awet. Ada 2 jenis tangga yang digunakan dengan jenis anak tangga atau model jembatan.

5. Pembagian Ruang

Pembagian Ruang Rumah Adat Lamin
irafilanisa.com

Bagaimana caranya hidup bersama-sama dalam satu atap? Bagaimana lebih dari 10 keluarga bisa tinggal tanpa berebut tempat?

Kamu mungkin akan kebingungan membayangkannya, tapi masyarakat Dayak Kalimantan Timur pada zaman dulu benar-benar melakukannya.

Rumah adat Lamin bisa ditinggali oleh 40 orang sekaligus. Biasanya mereka terdiri dari 8–10 keluarga.

Tapi mereka punya tatanan yang benar-benar praktis dan ditaati oleh setiap anggotanya. Mereka membagi ruang berdasarkan keputusan ketua adat dengan pola:

1. Ruang Tamu

Ruang tamu ini cukup sederhana, tapi super luas. Ruang tamu tetap dibiarkan kosong agar bisa menampung banyak orang. Apalagi ruang ini sering digunakan untuk upacara adat dan musyawarah.

2. Ruang Tidur

Letak ruang tidur ada di samping kanan-kiri bangunan. Ruangannya dibagi sesuai jumlah anggota rumah. Ada aturan baku cara menempati ruang tidur ini.

Anak laki-laki dan perempuan dipisah kamarnya, kemudian ada ruangan khusus untuk pasangan yang sudah menikah.

3. Dapur

Dapur adalah titik sentral di mana wanita Dayak melakukan kegiatan masak sehari-hari. Mereka terbiasa masak bersama, meskipun berasal dari keluarga yang berbeda. Ada satu dapur yang letaknya di bagian belakang rumah.

6. Kepala Naga di Atap Rumah Lamin

Kepala Naga di Atap Rumah Lamin
wikimedia.org

Salah satu hal yang harus kamu perhatikan dari rumah Lamin adalah bagian atapnya.

Pada kedua ujung atap biasa terdapat hiasan patung kepala naga. Ada juga rumah yang memasang patung badan naga tepat di tengah atap.

Konon pemasangan patung naga ini merupakan bentuk filosofis mereka tentang jiwa pemberani, keagungan, kepahlawanan, dan juga budi luhur.

Patung naga ini harus terbuat dari kayu yang diukir manual dengan tangan.

7. Aksesoris Rumah

Aksesoris Rumah Lamin
anggigeo.com

Ada beberapa jenis aksesoris yang wajib mereka tempatkan di dalam atau teras rumah, misalnya:

  • Patung dewa yang diyakini masyarakat Dayak sebagai pelindung dan penjaga rumah.
  • Aksesoris kerajinan logam seperti senjata perang, guci emas, dan lain-lain.
  • Kerajinan yang memakai bahan baku kayu seperti topeng, tombak, ukiran, panah, dan anak panah.

Rumah adat Lamin masih bisa Kamu temukan di Kalimantan Timur. Rumah berukuran super besar ini memang sulit jika dicari di wilayah perkotaan. Tapi jika berkunjung ke perkampungan suku Dayak, kamu jadi lebih mudah menemukannya.

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

One Reply to “Rumah Adat Lamin”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *