Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Rumah Joglo

5 min read

Rumah Joglo

Rumah Joglo merupakan satu dari sekian banyak rumah adat di Indonesia yang cukup familiar. Kamu tentu juga pernah melihatnya di TMII tepatnya di Anjungan Jawa Tengah. Tampilan strukturnya begitu estetik, akan tetapi juga memiliki fungsi modern yang masih relevan di masa kini.

Menariknya lagi, rumah adat ini juga mempunyai makna filosofi yang terbilang unik. Apa yang terwujud di dalam bangunan adat Joglo ini merupakan simbol atau representasi perspektif yang berasal dari penduduk setempat. Pastinya cukup menarik untuk kamu kenali lebih jauh satu per satu secara mendetail.

7 Jenis Rumah Joglo

Rumah Joglo berasal dari Jawa Tengah dan masih banyak digunakan sampai saat ini. Jika kamu berjalan-jalan ke area pedesaan Jawa Tengah tentu akan menjumpai banyak rumah adat Joglo yang dipakai oleh masyarakat setempat.

Setidaknya ada 7 jenis rumah adat Joglo yang bisa kamu kenali lebih jauh. Mulai dari Joglo Sinom, Joglo Pangrwait, Joglo Jompongan, Joglo Mangkurat, Joglo Hageng, Joglo Lawakan dan Joglo Panggang Pe. Setiap rumah adat tersebut juga memiliki karakteristik tersendiri.

1. Rumah Joglo Sinom

Rumah Joglo Sinom

Joglo Sinom merupakan salah satu jenis rumah adat Joglo yang sekilas mirip dengan Joglo Hageng. Joglo Sinom didirikan dengan 36 tiang serta 4 tiang di antaranya menjadi saka guru. Atap yang dimiliki rumah adat ini mempunyai 4 sisi dengan masing-masing mempunyai 3 tingkat serta 1 bubungan.

Rumah adat Joglo Sinom ini merupakan jenis Joglo yang memiliki pengembangan teras secara berkeliling. Fungsi rumah ini ialah sebagai tempat diskusi para rakyat maupun petinggi yang ada di dalam desa tersebut dahulunya. Rumah ini juga menjadi penggambaran orang Jawa yang selalu bersilaturahim.

2. Rumah Joglo Pangrawit

Rumah Joglo Pangrawit

Joglo Pangrawait merupakan jenis rumah adat Joglo yang memiliki lambang gantung serta atap yang berbentuk kubah dari penanggap serta satunya terletak di atas penanggap. Tiap-tiap sudut dari Joglo ini sudah dilengkapi dengan tiang yang familiar dengan sebutan saka.

Jika dibandingkan dengan Joglo Sinom, maka Joglo Pangrawit terbilang jauh lebih luas. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan Joglo Mangkurat maka Joglo Pangrawit terbilang lebih pendek pada bagia atapnya. Halaman rumah ini juga sangat luas. Kemudian bagian pilarnya memang dibuat jauh lebih banyak.

3. Rumah Joglo Jompongan

Rumah Joglo Jompongan

Perlu kamu tahu bahwa Joglo Jompongan merupakan jenis rumah Joglo yang mempunyai dua pintu geser serta denah berbentuk kubus. Bentuk inilah yang merupakan dasar dari rumah adat Joglo. Bagian atapnya bersusun dua dengan bumbungan atap memanjang dari samping kiri dan kanan.

Nantinya pertemuan dari kedua atap tidak akan dipisahkan oleh pembatas yang disebut dengan lis plank. Selain itu, bangunan ini juga tidak memiliki banyak ornamen hiasan pada bagian atapnya. Hal ini cukup berbeda dari Joglo Lwakan dengan ragam ornamen pada bagian atapnya.

4. Rumah Joglo Mangkurat

Rumah Joglo Mangkurat

Bangunan Joglo Mangkurat memiliki tampilan yang begitu mirip dengan Joglo Pangrawit. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan Joglo Pangrawit, maka bangunannya sedikit lebih tinggi dengan bagian atap yang dihubungkan dengan atap penanggap (memakai penitih).

Bagian atap dari rumah adat ini bersusun tiga dengan sudut kemiringan berbatasan dengan lis plank. Sebagai pembeda dengan Joglo jenis lainnya, kamu harus tahu bahwa bagian atapnya memiliki proporsi lebih besar dan cenderung menjulang.

5. Rumah Joglo Hageng

Rumah Joglo Hageng

Rumah adat Joglo Hageng memiliki bentuk bangunan jauh lebih tinggi dengan bagian atap tambahan cenderung lebih kecil. Kamu harus tahu bahwa bagian ini dikenal dengan nama pengerat. Jika dibandingkan dengan Joglo lainnya, bagian atap Joglo Hageng terbilang lebih luas.

Bentuk atapnya bersusun tiga dengan tiap-tiap atap mempunyai lis plank di bagian ujung. Rumah adat khas Jawa Tengah ini juga mempunyai tambahan tratak keliling. Hal ini membuatnya begitu mirip dengan Pendapa Agung dari Istana Mangkunegaraan Surakarta.

6. Rumah Joglo Lawakan

Rumah Joglo Lawakan

Bangunan Joglo Lawakan mempunyai 16 bentuk tiang dimana 4 bagian di antaranya membentuk saka guru. Bagian atapnya terdiri dari 4 sisi dengan 2 susun bubungan yang menjadikan rumah adat ini nampak begitu khas.

Masih pada bagian atap, rumah adat ini memiliki bagian atap yang meruncing ke atas dengan bagian bawahnya melebar layaknya payung. Batasan antara atap satu dengan lainnya nyaris tidak ada batasan hanya beda sudut saja.

7. Joglo Panggang Pe

Joglo Panggang Pe

Apabila dibandingkan dengan rumah adat lain di Indonesia, maka Joglo Panggang Pe memiliki struktur bangunan yang begitu sederhana. Rumah adat ini hanya mempunyai bentuk dasar berupa bangunan dasar saja seperti halnya milik rumah adat lain.

Joglo Panggang Pe mempunyai tiang penyangga berjumlah 4 maupun 6 yang dibuat dengan begitu sederhana. Dahulunya rumah adat ini dipakai untuk menjemur barang-barang komoditas dari hasil pertanian layaknya daun teh, ketela rambat, ketela pohon dan sebagainya.

Keunikan Rumah Joglo

Joglo merupakan bangunan rumah adat yang berasal dari Jawa Tengah. Bentuk atapnya menyerupai bangunan trapesium yang begitu khas sehingga membuatnya cukup berbeda dengan bangunan rumah adat lainnya di Indonesia. Gambar rumah Joglo begitu beragam sesuai dengan jenis-jenisnya.

Rumah adat dari Jawa Tengah ini memiliki begitu banyak keunikan jika dilihat dari struktur bangunannya. Bahkan keunikan ini juga tidak dimiliki oleh bangunan rumah adat lainnya yang ada di Indonesia. Keunikan-keunikan tersebut juga memiliki fungsinya tersendiri.

1. Pringgitan

Bagian keunikan pertama dari rumah adat Joglo ialah Pringgitan. Kamu harus tahu bahwa bagian ini dipakai sebagai ruang tengah yang dipakai untuk menerima tamu.

Akan tetapi, bagian ini juga masih mempunyai hubungan yang begitu dekat dengan si pemilik rumah.

Umumnya, bagian pringgitan menjadi sebuah ruangan yang bisa menghubungkan antara bagian pendopo dengan rumah pokok.

Pringgitan mempunyai bentuk atap limasan yang cukup menarik. Rumah Joglo modern juga masih tetap mempertahankan bagian ini.

2. Pendopo

Membicarakan bagian tengah Joglo tentu kurang afdhol rasanya jika kamu belum tahu tentang bagian depan rumah adat khas Jawa Tengah ini.

Bagian utama dari rumah adat ini ialah pendopo. Ini merupakan bagian dari rumah adat Joglo yang sangat sering dijumpai keberadaannya.

Tentu kamu tahu bahwa pendopo merupakan bagian yang dipakai untuk menjamu para tamu ketika singgah ke rumah ini. Bahkan penempatan pendopo di masa ini seringkali menjadi inspirasi untuk pembuatan konsep rumah minimalis. Barangkali kamu juga tertarik untuk membuatnya!

3. Omah

Berikutnya ada bagian omah. Omah juga seringkali disebut sebagai bagian omah njero atau omah ndalem.

Makna dari omah ialah bagian atau ruangan untuk anggota keluarga ketika sedang berkumpul bersama-sama. Bisa dikatakan bahwa omah adalah bagian inti dari rumah adat Joglo.

Kata omah sebenarnya diambil dari istilah Austronesia yang mengandung makna sebagai rumah. Biasanya bangunan ini mempunyai bentuk tata letak persegi panjang maupun bentuk limasan dengan bagian lantai lebih ditinggikan sekaligus dilengkapi dengan sejumlah ornamen unik.

4. Senthong

Menyoal rumah tentu juga perlu membahas tentang kamar. Salah satu keunikan rumah adat ini ialah bagian kamar yang kerap disebut sebagai senthong. Senthong merupakan bagian di dalam rumah Joglo yang terbagi menjadi beberapa bagian.

Bagian senthong tersebut di antaranya senthong kamar bagian kanan, kiwa atau kiri serta senthong tengah. Anggota keluarga biasanya akan tinggal di bagian samping kiri maupun kanan. Jika tidak ditempati anggota keluarga, maka bagian ini juga bisa dijadikan tempat menyimpan hasil panen dan sebagainya.

Kemudian, bagian senthong tengah dipakai untuk menyimpan berbagai macam harta keluarga hingga pusaka. Pusaka tersebut ialah keris. Di samping itu, senthong tengah juga bisa diberikan tempat tidur untuk ditempati pasangan pengantin yang masih baru.

Senthong tengah dianggap sebagai suatu bagian yang begitu suci di dalam rumah adat ini. Hal ini tidak terlepas dari legenda orang asli Jawa pada umumnya, yaitu dijadikan sebagai tempat untuk pemujaan Dewi Sri.

5. Padepokan

Berikutnya ada bagian padepokan. Mungkin jika disetarakan dengan bangunan rumah masa kini, padepokan serupa dengan mushola.

Padepokan menjadi bagian dari rumah adat Joglo yang dipakai guna melakukan ibadah maupun sekedar untuk menenangkan diri dengan baik.

Padepokan menjadi bagian yang begitu sakral guna menjalankan semacam ritual. Selain itu, padepokan juga menjadi sisi rumah yang bisa menjadi ruangan perlindungan diri. Tentunya di zaman dahulu, Jawa masih kental dengan peperangan dan insiden lainnya.

6. Saka

Terakhir ada bagian saka. Mungkin kamu tidak akan merasa asing dengan bagian saka. Setiap rumah adat Joglo sudah pasti mempunyai saka. Saka merupakan bagian struktur yang ada pada rumah adat ini dan berguna sebagai penyangga.

Secara umum, saka akan mewakili empat arah suatu mata angin. Arah mata angin tersebut di antaranya ialah timur, selatan, barat dan utara. Kamu juga harus tahu bahwa di dalam saka terdapat tumpang sari yang memiliki susunan pola terbalik.

Tumpang sari merupakan susunan balok dengan bentuk bertingkat yang ada pada bagian rumah adat Joglo. Jika dilihat secara struktural maka struktur saka sangat bermanfaat untuk penopang bagian atap Joglo. Namun, apabila dilihat secara arsitektual maka saka tumpang sari menjadi bagian dari atap utama.

Umumnya tumpang sari juga dikelilingi dengan ukiran yang begitu indah sehingga menjadi bagian Joglo yang memiliki daya tarik tersendiri. Bagian tumpang sari terbagi menjadi dua yaitu elar dan elen yang berbeda satu sama lainnya.

1. Elar

  • Bagian elar terletak di posisi melingkari bagian luar dari konfigurasi blandar pengeret.
  • Bagian ini juga berfungsi sebagai bagian penopang usuk sekaligus struktur atap lainnya.
  • Elar selalu berjumlah ganjil. Jumlahnya bisa lima maupun tiga.

2. Elen

  • Elen berada di bagian lingkar bagian dalam konfigurasi blandar pengeret.
  • Bagian elen bermanfaat untuk langit-langit struktur rongrongan serta menopang bagian papan penutup sisi langit-langit tersebut.
  • Elen selalu berjumlah ganjil yakni mulai dari lima, sembilan atau tujuh.
Baca juga: Rumah Adat Jogja

Rumah Joglo adalah rumah adat Jawa Tengah yang masih terus eksis sampai sekarang. Bahkan ada begitu banyak rumah dengan gaya modern yang memberikan sentuhan Joglo di beberapa bagiannya. Salah satunya dengan mengadopsi bagian pendopo. Bagian ini nantinya bisa diletakkan di bagian depan rumah.

Baca Juga :

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.
Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *