Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Rumah Adat Jakarta

4 min read

Rumah Adat Jakarta

Saat ini Jakarta dikenal sebagai sebuah kota yang modern dengan gedung tinggi. Namun, pada zaman dahulu Jakarta ditempati oleh warga asli suku Betawi. Salah satu kekayaan yang dimiliki oleh suku Betawi adalah rumah adat Jakarta.

Rumah adat ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan rumah adat Jawa, namun terdapat beberapa keunikan dan ciri khas.

Jika Kamu ingin melihat rumah adat DKI Jakarta secara langsung, Kamu perlu mencari daerah-daerah yang masih melestarikan rumah adat.

Keberadaan rumah Betawi ini sudah sulit untuk dijumpai. Namun, masih ada beberapa rumah yang digunakan sebagai objek wisata dengan tujuan edukasi kepada masyarakat luas.

4 Nama Rumah Adat Jakarta yang Wajib Kamu Tahu

Rumah adat Betawi terdiri dari beberapa jenis rumah tradisional dengan desain yang berbeda.

Berikut merupakan 4 nama rumah adat Jakarta lengkap dengan gambar dan penjelasannya, yaitu:

1. Rumah Kebaya

Gambar Rumah Kebaya
borneochannel.com

Rumah adat Jakarta atau Betawi yang tercatat sebagai rumah adat merupakan rumah Kebaya.

Jika Kamu pernah melihat tayangan Si Doel Anak Sekolahan maka Kamu tidak asing dengan bentuk dari rumah Kebaya. Salah satu keunikan dari rumah Kebaya adalah ukuran serambi yang luas.

Serambi di bagian depan rumah digunakan untuk menerima tamu atau tempat bersantai bersama keluarga.

Rumah Kebaya dibangun dengan bentuk bujur sangkar dengan atap yang berbentuk pelana.

Selain itu, terdapat tangga dengan tiga buah anak tangga. Tangga ini digunakan sebagai jalan masuk ke rumah. Beberapa keunikan dari rumah Kebaya, yaitu:

  • Konstruksi rumah dibuat dengan konstruksi kuda-kuda. Bahan yang digunakan menggunakan kayu gowok atau kayu kecapi. Sementara itu, balok tepian dibuat menggunakan kayu nangka.
  • Atap rumah terbuat menggunakan genteng tanah liat dan anyaman daun rumbia atau kirai.
  • Pondasi terbuat dari batu alam yang disusun supaya bangunan rumah menjadi lebih kokoh.
  • Dinding berwarna merah, kuning, atau hijau.
  • Dinding rumah menggunakan anyaman bambu. Namun, ada juga rumah yang menggabungkan anyaman bambu dengan tembok.
  • Daun pintu berukuran lebar yang dikenal dengan nama pintu jalusi.

2. Rumah Joglo

Rumah Joglo
jakartainsight.com

Jika banyak orang mengetahui bahwa rumah Joglo berasal dari Jawa Tengah, namun ternyata Jakarta juga mempunyai rumah Joglo sendiri.

Bangunan rumah Joglo Betawi dengan Joglo Jawa Tengah memiliki beberapa perbedaan.

Salah satu perbedaannya adalah penggunaan tiang, karena rumah Joglo Betawi tidak menggunakan tiang sebagai pembagi ruangan di dalam rumah.

Persamaan antara rumah Joglo Betawi dan Joglo Jawa Tengah adalah material bangunan yang digunakan.

Rumah Joglo dibuat menggunakan kayu dengan kualitas terbaik, seperti kayu jati yang terkenal tahan lama.

Atap rumah dibuat menggunakan serabut. Selain itu, dinding dalam rumah Joglo dibuat menggunakan bahan anyaman bambu.

Struktur yang digunakan dalam pembuatan rumah Joglo Betawi adalah struktur kuda-kuda biasa.

Rumah dibuat dengan bentuk persegi yang didalamnya terbagi menjadi tiga ruangan. Ruangan dalam rumah Joglo Betawi yaitu ruang depan, tengah, dan belakang.

Umumnya, rumah Joglo Betawi ini dimiliki dan ditinggali oleh priyayi atau masyarakat golongan bangsawan.

Bagian serambi atau ruang depan digunakan untuk menerima tamu.

Sementara itu, ruang tengah dipakai untuk kumpul bersama keluarga, ruang tidur, dan ruang makan. Ruang belakang dipakai untuk dapur dan kamar mandi.

3. Rumah Gudang

Rumah Gudang
googleusercontent.com

Rumah Gudang merupakan salah satu rumah adat Jakarta yang dibangun dengan bentuk persegi panjang ke belakang menyerupai gudang.

Ukuran dari setiap rumah Gudang sangat bervariasi dan tidak ada patokan atau ukuran khusus. Desain dari bangunan rumah gudang terinspirasi oleh gaya arsitektur gudang milik orang Portugis.

Namun, atapnya tetap menggunakan ciri khas betawi.

Atap rumah Gudang berbentuk pelana atau perisai, seperti atap rumah Kebaya.

Atap yang berbentuk perisai dengan tambahan beberapa elemen tertentu lebih dikenal dengan nama “jure”.

Rumah Gudang dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian tengah.

Bagian depan atau serambi rumah digunakan untuk tempat bersantai penghuni rumah dan tempat untuk menerima tamu. Bagian serambi rumah dilindungi oleh atap kecil yang berbentuk miring.

Atap tersebut dikenal dengan istilah markis atau topi yang memiliki fungsi sebagai penahan hujan serta sinar matahari.

Sementara itu, bagian belakang rumah disatukan dengan bagian tengah. Material yang dipakai dalam pembangunan rumah Gudang adalah bahan kayu.

4. Rumah Panggung

Rumah Panggung
kompasiana.com

Betawi juga memiliki rumah adat panggung yang biasa disebut sebagai rumah Panggung Betawi.

Rumah tradisional ini dibuat dan dibangun oleh masyarakat Betawi yang tinggal di daerah pesisir pantai.

Alasan dari penggunaan bentuk panggung adalah pada bulan purnama air laut sering naik dan membuat air bah ke pemukiman masyarakat.

Bagian lantai dari rumah panggung dibuat tidak menempel dengan tanah secara langsung, sehingga rumah bisa terhindar dari air bah.

Rumah Panggung Betawi ini banyak dibangun di Bekasi.

Di kawasan ini, rumah Panggung dibuat dengan tujuan untuk menghindari serangan hewan buas serta banjir yang bisa datang.

Struktur rumah dari rumah Panggung Betawi cukup sederhana. Rumah dibuat dengan bentuk persegi panjang ke belakang.

Pada bagian depan rumah, terdapat tangga model menyamping. Tangga tersebut lebih dikenal dengan istilah balaksuji.

Masyarakat Betawi percaya bahwa keberadaan tangga tersebut sebagai simbol penolak bala.

Sebelum memasuki rumah dan melewati tangga, setiap orang perlu mencuci atau membasuh kaki terlebih dahulu.

Seluruh bagian pada rumah Panggung dibuat menggunakan kayu yang menancap ke dalam tanah.

Umumnya, jenis kayu yang digunakan merupakan kayu sawo, nangka, rumbia, kecapi, atau bambu.

Sementara itu, bahan yang digunakan untuk pembuatan kayu memakai kayu jati dan atap dibuat menggunakan genteng tanah liat.

Ciri khas dari rumah Panggung Betawi adalah terdapat ukiran dengan corak khas.

Corak yang biasanya digunakan pada rumah adat yaitu motif berupa setengah lingkaran, belah ketupat, titik, atau segi empat.

Selain sebagai hiasan, ukiran tersebut digunakan sebagai ventilasi udara.

Masyarakat suku Betawi tidak memiliki aturan yang baku dalam pembuatan rumah. Misalnya, rumah tidak perlu menghadap arah tertentu.

Namun, pada pembangunan rumah Panggung masyarakat memiliki beberapa kepercayaan yang perlu dilakukan agar terhindar dari hal-hal yang buruk.

Contohnya, rumah dibangun di sebelah kiri dari rumah milik orang tua. Rumah Panggung Betawi tidak perlu menghadap arah mata angin tertentu.

Umumnya, rumah Panggung dibuat depan menghadap ke arah daratan, sementara bagian belakang dibuat menghadap sungai. Konsep tersebut memiliki tujuan agar transportasi laut bisa berlangsung dengan mudah.

Proses pengambilan air dan memasak yang dilakukan di dapur yang terletak di bagian belakang rumah bisa berlangsung dengan mudah.

Rumah Panggung yang ada di Bekasi juga dibuat di daerah pinggiran sungai dan menghadap arah yang sama.

Jika Kamu ingin melihat rumah Panggung Betawi secara langsung, Kamu bisa mengunjungi daerah Marunda Pulo, Jakarta Utara.

Namun, beberapa rumah Panggung sudah ditinggalkan pemilik rumah dan tidak terawat lagi.

Tetapi, terdapat satu buah rumah yang masih dijaga yaitu rumah Si Pitung. Lokasi rumah Si Pitung berada di kelurahan Marunda dengan kondisi bangunan yang cukup baik.

Indonesia adalah negara dengan segudang kekayaan dan kebudayaan. Sebagai masyarakat daerah, sudah sepatutnya berusaha untuk mengenal dan melestarikan kebudayaan daerah.

Salah satunya adalah rumah adat. Beberapa orang yang tertarik dengan rumah adat biasanya memadukan gambar desain rumah adat dengan rumah modern untuk membuat sebuah bangunan yang unik.

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *