Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Rumah Adat Gadang

7 min read

Rumah Adat Gadang

Rumah adat Gadang merupakan salah satu hunian yang berasal dari wilayah Sumatera Barat, khususnya Suku Minangkabau.

Rumah ini memiliki bentuk atap yang begitu khas, sehingga orang mudah untuk mengenalinya. Rumah Gadang juga telah menjadi identitas atau ciri khas tersendiri bagi orang Minang ketika merantau.

Apakah kamu tahu bahwa rumah Gadang memiliki belasan fakta menarik?

Ya, rumah adat satu ini menyimpan berbagai keunikan yang belum diketahui banyak orang. Penasaran? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

10 Keunikan Rumah Gadang

Keunikan Rumah Gadang

Rumah adat provinsi Sumatera Barat ini dikenal sebagai bangunan yang megah dengan arsitektur unik.

Menurut penelitian dan juga pengamatan para ahli, ada 10 keunikan yang dimiliki oleh rumah Gadang.

Kamu tidak akan menjumpai keunikan serupa pada rumah adat dari daerah lain di Indonesia.

1. Bentuk Atap Rumah yang Khas

Bentuk atap rumah yang khas

Keunikan pertama dan paling jelas terlihat ada di bagian atap rumah. Bentuknya atapnya melengkung dengan puncak yang mirip dengan tanduk.

Istilah bahasa Minang untuk menyebut jenis atap seperti ini adalah gonjong. Bentuk atap ini terinspirasi dari bentuk kapal “Lancang”. Para ahli membuktikan hal ini dengan mencocokkan sketsa kapal tersebut dengan rumah Gadang yang ada saat ini.

Bentuk melengkung dengan ujung yang memuncak melambangkan harapan masyarakat Minangkabau supaya selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Atap seperti ini tidak hanya dibuat satu lapis. Umumnya, masyarakat Minang membuat atap gonjong sebanyak 3 lapis yang disatukan. Hal ini melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Minang.

Bahan yang dipakai untuk membuat atap rumah Gadang adalah ijuk. Ijuk dipilih karena dahulu banyak ditemukan di sekitar wilayah Sumatera Barat.

Ijuk disusun rapi dan dibuat meruncing di bagian atasnya, kemudian bagian bawah dibuat mengarah ke luar rumah untuk menghalau air hujan agar tidak masuk ke dalam rumah.

Karena zaman semakin maju dan ijuk semakin sulit ditemukan, rumah-rumah Gadang lebih banyak memakai atap yang terbuat dari seng, namun bentuknya masih dipertahankan.

2. Pilar dan Lanjar

Pilar dan Lanjar Rumah Gadang

Rumah adat Gadang merupakan jenis rumah panggung. Oleh sebab itu, bangunan ini harus ditopang dengan pilar-pilar supaya bisa berdiri kokoh.

Pilar atau tiang yang dipakai untuk mendirikan sebuah rumah adat Minangkabau ini tidak sedikit jumlahnya. Setidaknya diperlukan 5 baris pilar yang menopang seluruh rumah.

Tiang atau pilar yang berjajar ini akan membentuk 4 buah ruang yang memanjang. Ruang-ruang inilah yang biasanya disebut sebagai lanjar.

Tiga buah lanjar pertama yang ada di bagian depan difungsikan sebagai ruang bersama, misalnya untuk menerima tamu atau berkumpul bersama keluarga. Ruang bersama ini juga biasa disebut dengan istilah Labuah Gajah.

Sedangkan lanjar paling akhir dipakai untuk kamar tidur.

Menurut kamu, berapakah jumlah kamar tidur yang ada di rumah Gadang?

Yuk, baca terus artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

3. Tiang dari Pohon Juha

Tiang dari pohon juha

Keunikan rumah Gadang yang ketiga terletak pada pilar utamanya. Kayu yang digunakan diambil dari pohon yang bernama Juha.

Pohon ini sangat tersohor di Tanah Minang karena dapat menghasilkan kayu yang super kuat. Tak heran jika pohon juha kerap dijadikan sebagai tiang utama di rumah adat  satu ini.

Diameter pilar utama ini cukup besar karena memang tujuannya adalah menopang beban rumah beserta seluruh benda dan penghuni di dalamnya. Diameter tiang ini umumnya mulai dari 40 cm hingga 60 cm.

4. Dekorasi Ukiran

Dekorasi ukiran

Mengunjungi rumah Gadang di Sumatera Barat memang bisa membuat kamu terkagum-kagum akan keindahannya.

Selain arsitektur yang sangat unik dan khas, rumah ini juga punya dekorasi berupa ukiran yang berwarna-warni.

Ukiran ini di rumah adat ini bukan sekadar hiasan, namun tersimpan makna di dalamnya. Dekorasi ini mengandung 3 filosofi yang begitu akrab bagi masyarakat Minangkabau, yaitu:

  • Ukua Jo Jangko

Ungkapan ini memiliki arti mengukur menggunakan jangka dalam Bahasa Indonesia.

Maknanya, masyarakat suku Minang sangat berhati-hati dalam membuat keputusan di bidang apapun. Mereka akan memperhitungkan baik dan buruk dari setiap keputusan yang diambil.

  • Alue Jo Patuik

Memperhatikan alur dan juga kepatutan dalam perilaku bermasyarakat. Masyarakat memang terkenal patuh terhadap norma dan aturan hukum yang berlaku.

  • Raso Jo Pariso

Filosofi yang terakhir adalah mengandalkan rasa dan memeriksa segala sesuatu dengan alam sebagai rujukannya.

Artinya, masyarakat Minang senantiasa belajar dari alam untuk menjalankan roda kehidupan.

Seluruh motif yang tergambar dalam ukiran ini merupakan representasi dari keindahan alam sekitar, peralatan yang dipakai oleh masyarakat sehari-hari, serta hewan dan tumbuhan.

5. Anti Gempa

Rumah Gadang Anti gempa

Dilihat dari bentuk dan juga arsitekturnya, rumah Gadang memang tampak begitu kokoh dan tangguh.

Ada sebuah fakta yang cukup menarik dari rumah semegah ini, yaitu tahan akan guncangan gempa.

Hal ini sangat cocok dengan daratan Sumatera Barat yang memang rawan diguncang gempa bumi.

Bagaimana rumah semegah ini tidak hancur ketika ada gempa yang mengguncang bumi?

Ada satu trik yang dilakukan ketika pembangunan rumah, yaitu menyangga pilar utama dengan batu sandi.

Batu ini menjadi penghalang supaya pilar kayu tak langsung menyentuh tanah. Dengan cara seperti ini guncangan tanah tak akan berpengaruh langsung terhadap bangunan.

6. Tangga di Depan Pintu Masuk

Tangga di depan pintu masuk

Perhatikan baik-baik gambar rumah Gadang di atas. Tepat sekali, gambar tersebut adalah bentuk dari tangga yang berada di depan pintu masuk.

Hanya ada satu buah tangga sebagai akses keluar masuk rumah. Letak tangga ini berada tepat di depan pintu. Hal inilah yang menjadi salah satu keunikan rumah ini.

Satu tangga tepat di depan pintu ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Minang yang sangat kental akan ajaran agama Islam.

Maknanya, mereka hanya percaya dan menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

7. Berbentuk Panggung

Berbentuk panggung

Keunikan rumah Gadang yang ketujuh adalah bentuknya yang berupa panggung. Namun, rumah ini berbeda dengan rumah adat panggung di daerah lain.

Umumnya, rumah panggung memiliki ruang yang terbuka di bagian bawah. Namun, hal ini tak bisa kamu temukan di rumah Gadang karena bagian bawah rumah ini biasanya diberi penutup.

Penggunaan ruang di bawah rumah ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya.

Umumnya, bagian ini tidak digunakan, namun tak ada larangan bagi pemilik rumah jika ingin menjadikannya sebagai gudang atau lainnya.

8. Kamar Disesuaikan dengan Jumlah Anak Gadis

Kamar disesuaikan dengan jumlah anak gadis

Pembagian kamar di rumah Gadang cukup unik dan mungkin tak bisa kamu temukan di rumah adat lain.

Seluruh anak gadis di dalam keluarga akan tidur bersama-sama dalam sebuah kamar. Ukurannya pun akan disesuaikan dengan jumlah anak gadis yang ada.

Semakin banyak jumlah orangnya, akan semakin besar pula ukuran kamarnya.

Sedangkan anak perempuan yang sudah menikah akan diberikan sebuah kamar khusus yang tertutup untuk dirinya beserta sang suami.

Hal ini bertujuan untuk menjaga privasi serta menghindari fitnah. Nah, untuk bentuk ruangannya sendiri dapat kamu lihat pada gambar di atas.

9. Tidak Menggunakan Paku

Tidak menggunakan paku

Fakta kesembilan dari rumah Gadang ini adalah dibangun tanpa menggunakan satu pun paku.

Pasak digunakan sebagai pengganti paku untuk merekatkan antar komponen penyusun rumah Gadang. Menggunakan pasak juga membuat rumah Gadang ini lebih tahan saat ada gempa.

Pasalnya, pasak tidak membuat kayu menjadi mudah patah.

Ketika terjadi gempa, guncangan tanah tidak akan membuat rumah ini rusak atau roboh.

Hal ini berkaitan dengan prinsip kerja engsel. Tak heran jika kayu yang menyusun rumah Gadang ini menjadi lebih fleksibel saat terjadi gempa bumi.

10. Tahan dari Ancaman Rayap

Tahan dari ancaman rayap

Masih ingatkah kamu dengan pohon juha yang dipakai untuk membuat pilar rumah Gadang? Sebelum ditebang, kayu ini tak akan langsung dipakai untuk membangun rumah.

Kayu akan direndam dengan air terlebih dahulu dan bahan tertentu selama beberapa tahun. Cara ini membuat kayu menjadi lebih kuat, namun tetap fleksibel.

Rayap sangat tidak menyukai kayu yang sudah terendam air selama beberapa waktu.

Oleh sebab itu, rumah Gadang ini sangat tahan akan serangan rayap. Tak heran rumah-rumah adat ini tidak rusak dan lapuk, meskipun telah berusia ratusan tahun.

5 Fakta Rumah Adat Minangkabau

Fakta Rumah Adat Minangkabau

Selain keunikan yang telah dijelaskan pada poin di atas, masih ada lagi 5 fakta yang menarik dari rumah adat Minangkabau ini.

1. Dapur Terpisah dari Rumah Utama

Dapur merupakan salah satu ruangan yang sangat penting dalam sebuah rumah karena berfungsi untuk memproduksi makanan.

Biasanya, dapur ini menyatu dengan rumah utama. Namun, lain halnya dengan rumah Gadang yang punya dapur terpisah dan terletak di bagian belakang rumah.

Meskipun berada terpisah dari rumah utama, dapurnya juga tidak kalah megah, lho.

Ada satu fakta lagi yang cukup menarik berkaitan dengan dapur. Kamar anak-anak gadis berada di paling belakang rumah utama dan paling dekat dengan dapur.

Dalam budaya Minang, wanita memang bertugas untuk memasak dan mengurus rumah. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kamar wanita berada di dekat tempat untuk memasak.

2. Didesain untuk Berlindung dari Hewan Buas

Apakah kamu tahu mengapa rumah adat Gadang memiliki bentuk seperti panggung?

Hal ini bertujuan untuk menghindari hewan buas masuk ke dalam rumah.

Dahulu, tanah Minang masih berupa hutan, sehingga masyarakat perlu melindungi diri dengan bentuk rumah yang dibuat lebih tinggi. Dengan desain seperti ini, binatang buas tak dapat menyelinap masuk.

3. Ada Lumbung Padi di Setiap Rumah

Sebagian besar masyarakat Minangkabau merupakan petani. Namun, sawah mereka tak dapat memproduksi padi sepanjang tahun.

Ketika kemarau, padi tak dapat ditanam karena tidak adanya pasokan air. Untuk mencegah kelaparan di musim kemarau atau paceklik, masyarakat Minang membuat sebuah rumah Gadang kecil yang berfungsi sebagai lumbung.

Lumbung ini disebut sebagai Rangkiang dalam bahasa Minangkabau. Umumnya, bangunan kecil ini berada di halaman depan bangunan rumah utama.

Rangkiang tak memiliki pintu, sehingga padi yang masih berupa ikatan-ikatan dimasukkan ke dalam lumbung tradisional ini melalui lubang yang ada di bagian atapnya.

4. Punya Nama Lain

Selama ini kita semua mengenal rumah adat Minangkabau ini sebagai rumah Gadang.

Faktanya, masyarakat di Sumatera Barat juga memiliki sebutan lain untuk rumah tradisional yang satu ini. Dua istilah tersebut adalah rumah Bagonjong dan rumah Baanjuang.

Selain memiliki nama lain, rumah adat Minangkabau juga terdiri dari 7 jenis, yaitu:

  • Rumah Gadang Batingkek: merupakan rumah Gadang yang terdiri dari dua lantai. Rumah jenis ini sudah jarang ditemui.
  • Rumah Gadang Gajah Maharam: rumah adat Gadang mewah yang harus dibangun menghadap ke arah utara. Seluruh bahan untuk membangun memiliki kualitas tinggi.
  • Rumah Gadang Surambi Papek: hanya memiliki pintu di bagian belakang.
  • Rumah Gadang Gonjong Limo: ada tambahan dua gonjong atau puncak atap di sisi kiri dan kanan, sehingga jumlahnya menjadi lima.
  • Gonjong Anam: rumah Gadang modern dengan banyak jendela.
  • Gonjong Ampek Baanjuang: rumah Gadang wajib di Luhak Nan Tigo yang mempunyai gonjong 4 lapis.
  • Gonjong Sibak Baju: bentuknya mirip dengan bagian tengah belahan pakaian.

5. Hanya Ada di Wilayah yang Sakral

Saat berkunjung ke Sumatera Barat, kamu tidak akan menemukan rumah Gadang di seluruh wilayahnya. Sebab rumah adat ini hanya boleh didirikan di dalam sebuah Nagari.

Nagari merupakan sistem pemerintahan adat Minangkabau yang setara dengan desa. Masyarakat Minang tidak boleh mendirikan rumah adat seperti ini di luar wilayah Nagari.

3 Alasan Wajib Berkunjung ke Istana Pagaruyung di Padang

Alasan Wajib Berkunjung ke Istana Pagaruyung di Padang

Ingin melihat kemegahan rumah Gadang dari dekat?

Sebaiknya kamu berkunjung ke Istana Pagaruyung yang berada di Padang, Sumbar. Istana ini dibangun pada abad ke-16.

Sayangnya, peperangan menyebabkan istana ini berulang kali terbakar. Alhasil, yang bisa kamu lihat saat ini merupakan bangunan tiruan.

Meskipun begitu, kamu tetap bisa merasakan kemegahan bangunan ini dari dekat.

Kamu pun akan merasa dibawa kembali ke masa lalu daerah Minang.

Ada 3 alasan utama yang membuat kamu harus wajib berkunjung ke tempat wisata bersejarah ini ketika menginjakkan kaki ke tanah Minang.

Kamu belum sah ke Padang kalau belum berkunjung ke Istana Pagaruyung.

1. Halaman yang Sangat Luas

Halaman yang sangat luas

Kompleks istana Pagaruyung mempunyai halaman yang begitu luas. Di sana kamu bebas menikmati suasana asri dan melepas penat dengan berjalan-jalan di halaman istana.

Kamu pun bisa melihat kemegahan rumah Gadang besar ini dari jauh dan berjalan mendekatinya.

Setelah puas berkeliling halaman, barulah kamu dapat masuk untuk mengetahui interior bangunan.

Luasnya halaman Istana Pagaruyung akan tampak lebih jelas apabila kamu mengambil foto dengan drone. Pemandangannya kurang lebih seperti foto yang ada di atas.

2. Ada Tour Guide yang Siap Memandu Kamu

Ada tour guide yang siap memandu kamu

Berwisata ke tempat yang bersejarah rasanya kurang lengkap jika tidak menggunakan jasa tour guide.

Ada banyak keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan menggunakan jasa mereka.

Pertama, kamu dapat mengetahui sejarah tempat tersebut secara lebih mendalam. Kamu pun bisa bertanya lebih lanjut mengenai bangunan Istana Pagaruyung.

Tour guide juga akan mengarahkan ke tempat-tempat yang memang wajib untuk dikunjungi.

Lebih kamu menggunakan jasa tour guide daripada bingung menentukan tujuan ketika sudah masuk ke kawasan Istana Pagaruyung.

3. Bisa Sewa Pakaian Adat Minangkabau

Bisa sewa pakaian adat Minangkabau

Alasan yang ketiga mengapa kamu harus berkunjung ke Istana Pagaruyung adalah terdapat persewaan baju adat Minang.

Kamu dapat memakainya untuk berfoto bersama pasangan, keluarga, ataupun para sahabat.

Di sana tersedia pakaian dengan beragam warna dan ukuran, mulai dari ukuran anak-anak hingga dewasa.

Kamu bebas menentukan ingin menggunakan pakaian yang disukai untuk berfoto. Kapan lagi kamu bisa mencoba merasakan jadi orang Minangkabau?

Setelah membaca banyak hal tentang rumah adat Gadang serta Istana Pagaruyung, apakah kamu tertarik untuk berkunjung ke sana?

Kamu tak akan merasakan kentalnya budaya tanah Minang di tempat lain. Jadi, segera agendakan wisata ke Sumatera Barat, ya.

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *