Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Rumah Adat Bengkulu

4 min read

Rumah Adat Bengkulu

Warisan arsitektur budaya Indonesia sangat beragam, kamu bisa melihatnya pada rumah adat dari setiap daerah di Indonesia.

Misalnya rumah adat Bengkulu yang memiliki keragamannya masing-masing. rumah adat ini dinamakan Bubungan Tinggi, tetapi warga asli Bengkulu sering menyebutnya dengan Bubungan Lima.

Pada umumnya rumah ini berupa rumah panggung dengan beberapa tiang yang menopangnya.

Bentuk atap dari rumah adat di Bengkulu inilah yang membuat nama rumah adat ini menjadi Bubungan Lima.

Rumah yang unik dan cantik ini memiliki struktur bangunan yang berbeda, penuh dengan filosofi dan memiliki fungsinya sendiri.

Bentuk atap pada rumah Bubungan Lima ini berupa bentuk limas dengan ukuran tinggi sekitar 3,5 m.

Mengenal Rumah Adat Bengkulu Bubungan Lima

Mengenal Rumah Adat Bengkulu Bumbungan Lima
Rimbakita.com

Rumah adat ini bentuknya adalah rumah panggung yang cukup tinggi. Tujuannya adalah supaya tak ada binatang liar yang masuk ke rumah dan supaya terhindar dari bencana banjir.

Berikut ini penjelasan mengenai struktur bangunan, fungsi dan keunikan dari rumah adat di Bengkulu tersebut:

1. Struktur Bangunan

Bengkulu menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang berada di jalur gempa. Maka desain rumah adatnya pun disesuaikan dengan hal tersebut.

Rumah panggung yang didesain secara khusus supaya tahan dari guncangan gempa ini disebut dengan rumah adat Bubungan Lima.

Desain pada bangunan rumah adat ini memiliki 15 buah tiang dengan tinggi sekitar 1,8 m. Beberapa tiang penyangganya ditumpangkan ke batu-batu dengan ukuran besar di bagian atasnya yang bentuknya datar.

Fungsi dari batu itu adalah supaya tahan dari guncangan gempa dan untuk mencegah pelapukan pada tiangnya.

Biasanya rumah cantik ini dibuat dari kayu jenis kemuning, yang disebut dengan kayu balam.

Tekstur kayu balam ini lentur tapi tahan sampai ratusan tahun. Itulah sebabnya banyak rumah yang menggunakan material kayu tersebut.

Untuk bagian lantainya dibuat dari bahan papan yang sudah diserut sampai teksturnya halus.

Sedangkan bagian atapnya dibuat dari ijuk yang diambil dari pohon enau atau sirap.

Pada bagian depan rumahnya terdapat tangga, dengan jumlah anak tangga yang harus ganjil. Menurut kepercayaan masyarakat Bengkulu tersebut.

Baca Juga :

7 Fakta Unik Rumah Adat Krong Bade khas Aceh

2.     Fungsi dan Susunan Bangunan

Jika dilihat fungsi rumah adat Bengkulu ini, maka setiap susunan bangunan rumahnya terdiri dari hal berikut ini:

  • Berendo

Tempat untuk menerima tamu yang dikenal disebut dengan Berendo. Fungsi lainnya yaitu untuk para penghuninya bersantai, baik di pagi maupun sore hari. Berendo ini juga bisa dijadikan tempat bermain anak-anak.

  • Hall

Ruangan lainnya yang juga digunakan untuk menerima tamu adalah Hall, terutama para tamu yang sudah dikenal dengan baik.

Misalnya kerabat atau tokoh terkenal di lingkungan sekitar rumah. Secara umum, Hall juga sering digunakan sebagai tempat untuk bercengkrama atau mengobrol antara penghuni dan keluarga besar.

  • Bilik Gedang

Kamar utama yang ada di dalam rumah Bubungan Lima disebut dengan Bilik Gedang. Biasanya kamar ini ditempati oleh pasangan suami istri dan anak kecil yang masih disusui ibunya.

  • Bilik Gadis

Kamar untuk anak gadis di dalam keluarga, disebut dengan Bilik Gadis. Biasanya ruangan kamar ini bersebelahan secara langsung dengan bilik gedang.

  • Ruang Tengah

Ruangan yang satu ini biasanya tidak diisi dengan perabotan apapun.

Terdapat tikar di bagian sudut ruangannya, karena fungsinya hanya untuk menerima ibu rumah tangga atau keluarga gadis tersebut. Ruangan ini juga sering dipakai untuk ruangan tidur anak bujang di keluarga.

  • Ruang Makan

Ruangan ini bersebelahan dengan ruangan dapur dan fungsinya adalah sebagai tempat untuk makan.

  • Gerigik

Bagian rumah yang fungsinya adalah untuk menyimpan tempayan air. Bisa juga dipakai untuk mencuci piring dan membersihkan alat dapur lainnya.

  • Dapur

Letak ruangan dapur berada di antara garang dengan ruang makan.

Dapur juga menjadi tempat memasak dan menyimpan bumbu atau bahan makanan.

3.     Ciri Khas dan Keunikan

Ciri khas yang menjadi pembeda rumah adat rakyat Bengkulu dengan rumah adat lainnya adalah bentuk atapnya yang unik dan berbentuk limas.

Jumlah tiangnya yang cukup banyak memiliki fungsi yaitu untuk menyangga bangunan, dan meredam guncangan gempa. Itulah yang menjadi ciri khas dari rumah adat Bengkulu tersebut.

Jumlah anak tangga yang harus selalu ganjil juga menjadi ciri khas dari rumah adat ini. Terdapat tradisi yang juga unik, pada saat menaikkan Bubungan rumah.

Pelaksanaan ritualnya adalah dengan menggantungkan Bubungan dengan segala jenis hasil pertanian, misalnya kondo atau kundur, sebatang tebu hitam, setawar sedingin, setandan pisang mas, dan lain sebagainya.

7+ Fakta Rumah Adat Bengkulu yang Unik

7+ Fakta Rumah Adat Bengkulu yang Unik

Masih ada fakta menarik lainnya yang terbilang unik dari rumah adat di Bengkulu ini, di antaranya sebagai berikut:

1. Atap Rumah Adat Bengkulu

Ciri khas utama pada hampir setiap rumah adat di Indonesia biasanya terletak di bagian atapnya.

Sama dengan rumah adat di Bengkulu ini, yang memiliki atap dengan bentuk yang unik dan dibuat dari bahan ijuk atau bambu.

Namun, banyak juga yang mengganti bahan atapnya dengan seng karena zaman semakin maju atau modern.

Untuk bagian plafon atapnya dibuat dari bahan papan walaupun ada juga yang menggunakan pelepah bambu.

Penghubung bagian bawah rumah dengan bagian atas yaitu menggunakan balok kayu yang disebut dengan peran.

2. Bentuk Rumah Adat Bengkulu secara Umum

Pada umumnya, rumah Bubungan Lima berupa rumah panggung, dan biasanya dibuat dari bahan kayu kemuning atau balam.

Karakter kayu yang lembut dan tahan lama sampai ratusan tahun menjadi alasan dipilihnya bahan kayu dalam pembangunan rumah adat ini.

3. Bagian Tengah Rumah

Kerangka rumah atau yang sering juga disebut dengan kusen merupakan bagian tengah dari rumah adat Bubungan Lima.

Kerangka rumahnya juga dibuat dari bahan kayu atau balam yang tahan lama. Bahan papan kayu atau pelupuh bambu digunakan untuk bagian dindingnya. Untuk bagian jendela, bentuknya biasa saja atau berbentuk ram.

Pada bagian atas jendela terdapat lubang angin, walaupun ada juga yang membuat lubang angin di bagian atas pintu.

4. Bagian Bawah Rumah Bubungan Lima

Pondasi yang fungsinya untuk menopang struktur bangunan rumah Bubungan Lima ini adalah bagian bawah dari rumah.

Lantai rumahnya masih tradisional dan dibuat dari bahan papan, bilah bambu dan pelepah daun. Terdapat geladak yang terdiri dari 8 buah papan dengan lebar sekitar 50 cm, di sepanjang dinding rumah.

Fungsi balok yang ukurannya sedang di rumah ini adalah sebagai tempat menempel lantai yang disebut dengan tilan. Pada bagian samping dinding bagian luar, terdapat penutup balok yang disebut dengan kijing.

Pada bagian lantai atas terdapat bidani yang menggunakan bahan bambu yang cukup tebal.

Bidani ini dipasang dengan cara melintang pada lantai, bidani ini berfungsi untuk menahan serangan dari para binatang liar yang mungkin masuk ke dalam rumah.

5. Berenda Rumah Adat Bengkulu

Ruangan yang dipakai untuk menerima tamu, tempat bermain anak-anak dan tempat bersantai keluarga disebut dengan berenda atau berendo.

6. Hall Rumah Bubungan Lima

Ruangan lainnya yang digunakan untuk menerima tamu yang dikenal dengan baik oleh pemilik rumah adalah Hall.

Tamu yang dikenal baik ini bisa masyarakat sekitar atau kerabat dekat pemilik rumah. Tempat berkumpulnya keluarga besar juga biasanya dilakukan di Hall tersebut.

7. Ruang Makan dan Dapur

Sama seperti ruangan di rumah yang lainnya, fungsi dari ruang makan adalah tempat untuk makan bersama keluarga lainnya dan lokasinya tepat di sebelah dapur.

Sedangkan dapur berfungsi sebagai tempat memasak dan menyimpan bahan makanan. Dapur di rumah adat ini sering disebut dengan gerang.

8. Kamar Tidur

Kamar tidur menjadi ruangan untuk para anggota keluarga tidur yang dipisahkan menjadi bilik gadis dan bilik gedang.

Bilik gedang adalah kamar utama di rumah adat tersebut sedangkan bilik gadis adalah kamar khusus untuk anak gadis.

Baca Juga :

Rumah Adat Nias, Anti Gempa dan Menyimpan Keunikan yang Filosofis

9. Ruang Tengah Rumah Adat Bengkulu

Pada ruangan ini biasanya hanya terdapat tikar saja tanpa perabotan yang lainnya.

Fungsi utama ruangan ini adalah untuk menerima tamu keluarga dekat atau tempat tidur anak bujang, atau anak laki-laki yang belum menikah.

Ada banyak gambar dari rumah adat Bengkulu ini, yang tentunya bisa kamu pelajari lagi struktur bangunan dan ruangannya.

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *