Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Contoh RAB Rumah

4 min read

Contoh RAB Rumah

Membuat rumah dari awal memang memiliki keunggulan tersendiri karena pemiliknya bisa mendesain model sesuai keinginan. Tapi kamu jangan tergesa-gesa untuk membuatnya tanpa rencana yang matang. Agar lebih siap dengan biaya yang dikeluarkan, kamu juga wajib mengetahui contoh RAB rumah.

Rencana Anggaran Biaya atau RAB menjadi bagian penting yang berperan besar dalam kesuksesan proses pembangunan.

Kalau masih kebingungan dengan apa saja yang harus dicatat dalam rancangan biaya tersebut, bisa memperhatikan contoh dari RAB rumah yang sesuai tipe dan jenisnya.

Tujuan Pembuatan RAB

Tujuan Pembuatan RAB

Untuk mengetahui besarnya peran RAB sebelum membuat rumah, beberapa tujuan berikut bisa dijadikan bahan pertimbangan agar lebih yakin untuk membuat rancangan ini dibandingkan langsung tergesa-gesa membangun rumah. Beberapa tujuan tersebut adalah :

1. Mengetahui Total Estimasi Biaya Secara Terperinci

Tujuan utama pembuatan RAB rumah sebenarnya untuk mengetahui total estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah secara terperinci. Jadi, orang yang akan membangun rumah bisa menyiapkan dana lebih dari estimasi biaya tersebut agar proses pembangunan tidak berhenti di jalan.

2. Meminimalisir Risiko Kekurangan Biaya

Dengan mengetahui rancangan anggaran biaya, tentu risiko kekurangan biaya saat proses pembangunan bisa diatasi jauh hari. Dengan begitu, risiko pembangunan rumah terhenti akibat kekurangan biaya tidak akan terjadi.

3. Sebagai Media Perjanjian Kontrak dengan Pemborong

Perjanjian yang dibuat oleh kontraktor dengan pemborong bisa didukung dengan RAB yang jelas sebagai medianya. Dengan anggaran tersebut, pemborong berhak menyanggupi atau tidak terkait pengerjaan sesuai RAB. Kalau menyanggupi, barulah perjanjian kontrak bisa dilanjutkan.

4. Sebagai Dasar Pemilihan Kontraktor

RAB rumah yang dibuat secara terperinci juga bertujuan untuk menjadi tolak ukur dalam memilih kontraktor. Untuk pengerjaan dengan material tertentu dan biaya tertentu, maka jenis kontraktor juga harus sesuai dengan kriteria pengerjaan tersebut.

5. Menjadi Dasar Negosiasi Harga dengan Pemborong

Kontraktor juga akan menggunakan pemborong untuk membantu proses pengerjaan.

Agar mendapatkan keuntungan yang sesuai, kontraktor bisa menjadikan RAB yang dibuat oleh calon pemilik rumah sebagai bahan untuk negosiasi harga kepada pemborong atau tenaga kerjanya.

Cara Menghitung RAB

Cara Menghitung RAB

Menghitung RAB rumah tidak sama dengan menghitung rancangan anggaran biaya pada kebutuhan lainnya. Proses perhitungannya harus mempertimbangkan kondisi nyata dan pasaran harga yang sudah disurvei sebelumnya.

Secara umum, sebenarnya ada dua metode penghitungan yang bisa dipilih sesuai kondisi dan keinginan masing-masing individu, metode tersebut meliputi :

1. Metode Perhitungan Per Meter Persegi

Metode ini paling banyak digunakan untuk pembangunan rumah yang sifatnya mendesak dan ingin segera dilakukan. Hal ini disebabkan karena proses perhitungannya yang lebih mudah dan tidak memakan waktu lama. Sayangnya metode ini tidak bisa digunakan untuk RAB renovasi rumah.

Perhitungan dengan metode ini hanya menggunakan luas tanah yang akan dibangun sebagai perhitungan. Tentu saja keakuratan hasil perhitungan sangat dipengaruhi oleh data yang disajikan terkait luas bangunan serta harga material bangunannya setiap meter persegi.

Contoh cara menghitung dengan metode ini :

Arfi ingin membangun rumah dengan luas bangunannya 5 meter dan panjangnya 11 meter. Dengan data tersebut, ditemukan luas seluruh rumah yang akan dibangun Arfi adalah 55 meter persegi.

Sebelum membuat RAB, Arfi telah melakukan survei kisaran harga bangunan per meter persegi dan ditemukan harga Rp1.500.000,00 per meter persegi.

Dari data tersebut, maka cara menghitung RAB rumah adalah luas bangunan x harga bangunan per meter persegi.

Jadi, RAB untuk membangun rumah Arfi adalah 55 m2 x Rp1.500.000,00 = Rp82.500.000,00.

2. Metode Analisis Harga Pada Satuan Bangunan

Metode analisis harga ini memang tergolong lebih rumit dan membutuhkan waktu agak lama untuk menghitung satu per satu biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan. Namun tentu saja hasil perhitungannya lebih detail dan jauh lebih akurat.

Metode ini sangat cocok dipakai oleh mereka yang memiliki dana terbatas dan ingin mengetahui estimasi secara jelas. Proses penghitungannya akan lebih mudah jika dilakukan menggunakan aplikasi excel.

Contoh menghitung RAB dengan metode analisis harga satuan adalah :

Kamu ingin memasang lantai keramik pada seluruh ruangan dalam rumah yang luasnya 55 meter persegi. Harga satuan keramik yang dipilih adalah Rp100.000,00 per meter persegi.

Dari data ini, maka untuk mengetahui biaya pemasangan keramik adalah 55 m2 x Rp100.000,00 = Rp5.500.000,00.

Perhitungan tersebut selanjutnya dijumlahkan lagi dengan biaya lainnya, seperti pemasangan atap, pemasangan dinding, pintu, dan bangunan lainnya. Hasil penjumlahan itu nantinya akan memberikan hasil estimasi biaya yang lebih akurat dan terperinci.

Langkah Penyusunan RAB Rumah

Langkah Penyusunan RAB Rumah

Meski sudah ada 2 metode yang sangat jelas yang bisa digunakan untuk menghitung RAB bangunan rumah, kamu tetap harus memperhatikan langkah-langkah penyusunan secara hati-hati dan teliti. Kesalahan sedikit yang tidak sengaja dilakukan selama penyusunan bisa berakibat fatal pada keakuratan data.

Daripada harus menyusun ulang RAB atau mengalami kesulitan biaya ditengah pembangunan, lebih baik mengikuti langkah-langkah penyusunan yang sistematis berikut secara hati-hati.

1. Membuat dan Mempersiapkan Gambar Kerja

Gambar kerja bisa dibuat sendiri apabila rumah yang akan dibuat kecil dan desainnya mudah. Jika mengalami kesulitan membuat gambar, bisa mengambil gambar kerja di media lain sebagai contoh yang sesuai dengan desain.

Namun, untuk pembangunan rumah berskala besar atau memiliki desain lebih rumit lebih baik menggunakan arsitek untuk menggambarkannya.

Pastikan dalam gambar kerja sudah tertera ukuran, spesifikasi, jenis pekerjaan, instalasi listik, air, dan berbagai komponen

2. Menentukan dan Menghitung Volume Pekerjaan

Volume pekerjaan berguna untuk mengetahui harga satuan pekerjaan.

Jika sudah diketahui banyaknya volume pekerjaan dalam m2, m3, ataupun per unit, selanjutnya bisa dikalikan dengan harga pekerjaan dalam satuan tersebut untuk mengetahui biaya yang harus dikeluarkan untuk pengerjaannya.

3. Membuat Harga dari Satuan Pekerjaan

Untuk membuat harga dari satuan pekerjaan, terlebih dahulu melakukan survei terkait harga pasaran di daerah tempatmu membangun.

Harga satuan pekerjaan ini bisa dikategorikan lagi menjadi dua bagian, yakni harga material atau bahan, serta harga upah tenaga kerja.

Dalam menentukan harga juga harus dilakukan secara jeli dan teliti, mana tahu harga pasaran dari pekerjaan dan material tertentu sudah naik. Selain itu, pastikan untuk melebihkan sedikit dana dari biaya survei yang sudah dilakukan.

4. Menghitung Jumlah Seluruh Biaya Pekerjaan

Setelan menemukan data terkait volume dan harga dari satuan kerja, barulah langkah menghitung total biaya seluruh pekerjaan ini bisa dilakukan.

Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuannya.

5. Membuat Rekapitulasi

Langkah paling akhir yang bisa menentukan total dana yang harus dipersiapkan adalah melalui rekapitulasi.

Dari semua hitungan volume yang sudah dikalikan dengan harga satuannya, maka jumlah yang sudah ditemukan bisa disusun sendiri dalam bentuk rekapitulasi.

Masing-masing sub pekerjaan bisa ditulis totalnya untuk dijumlahkan dengan sub total pekerjaan lainnya. Untuk bagian upah, bisa ditotal dengan biaya upah juga. Sedangkan biaya bahan bisa dijumlahkan dengan biaya bahan juga.

Contoh RAB Rumah 2021

Agar lebih mudah mempraktekkan RAB untuk rumah yang akan dibangun, kamu bisa melihat contoh nyata RAB yang sudah siap digunakan.

Berikut beberapa contoh RAB bangunan rumah terbaru untuk segala jenis yang bisa dijadikan pedoman untuk membuat RAB secara mandiri.

1. Contoh RAB Rumah Minimalis Type 45

Contoh RAB Rumah Minimalis Type 45

RAB untuk rumah minimalis tentu lebih mudah karena menggunakan material dan jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit. Adapun contoh RAB dari rumah minimalis tipe 45 ini adalah :

2. Contoh RAB Rumah Minimalis Sederhana

Contoh RAB Rumah Minimalis Sederhana

Rumah sederhana juga sangat mudah dibuat, terlebih jika dibangun di daerah pedesaan yang perkiraan harganya mudah diketahui. Contoh rancangannya bisa dilihat pada gambar berikut.

3. Contoh RAB Rumah 2 Lantai

Contoh RAB Rumah 2 Lantai

Rumah dengan dua lantai membutuhkan rancangan yang lebih teliti dan total material yang lebih detail. Gambaran umum dari RAB rumah dua lantai bisa dilihat pada contoh di bawah ini.

4. Contoh RAB Rumah Modern Tipe 90

Contoh RAB Rumah Modern Tipe 90

Rumah modern juga membutuhkan rancangan yang agak rumit pada materialnya, karena menggunakan beberapa bahan modern untuk menyesuaikan tampilannya. Berikut contoh rancangannya.

5. Contoh RAB Rumah Tipe 36

Contoh RAB Rumah Tipe 36

Meski tergolong kecil, rumah tipe 36 juga wajib menggunakan rancangan anggaran biaya yang lebih detail untuk meminimalisir biaya. Berikut contoh yang bisa diterapkan di rumah.

Kalau sekedar melihat contoh RAB rumah saja, memang bentuknya terlihat agak rumit.

Tapi setelah melakukan survei berbagai material dan upah kerja di daerahmu, pembuatan RAB sangat mudah. Kamu cuma perlu memasukkan data yang sudah ditemukan pada tabel RAB yang sudah dibuat sebelumnya.

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *